Rabu, 10 Juli 2013

Menggapai Kenikmatan Hakiki


Setiap kita pasti pernah mengalami naik turunnya iman. Ketika iman dalam kondisi naik, maka hati menjadi tenang, bebas dari stress, urusan yang berat menjadi mudah, shalat khusyu’, baca Al Quran enak, hubungan antar manusia menjadi harmonis, bibir kerap tersenyum, cinta kepada Allah dan rindu kampung akhirat.

Sebaliknya, ketika iman sedang turun, maka hati dan pikiran menjadi resah gelisah, depresi melanda, masalah kecil terasa berat dan susah, shalat tidak khusyu’, baca Al Qur’an tidak bisa menikmati, hubungan dengan isteri jadi dingin, sering marah kepada anak, bibir susah tersenyum, hubud dunya dan cinta materi berlebihan.

Ketika iman dan maknawiyah kita sedang prima, kita merasakan kenikmatan hakiki yang tiada tara, kita ingin agar Allah SWT mengaruniai terus kenikmatan iman ini, seraya kita berdo’a, “Ya Rabbana, janganlah Engkau balik kembali hati kami sesudah Engkau beri hidayah kepada kami, dan karuniailah kamu kasih sayang dari Sisi-Mu….”

Saudara seiman….., untuk mendapatkan kenikmatan hakiki ini, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah tinggalkan ma’shiyat dan perbanyak istighfar. Hindarilah dosa sekecil apapun, semampu kita. Mulai dari dosa pandangan mata, dosa dusta dalam bicara, menyantap makanan haram, lalai dalam taat kepada-Nya. Ingatlah, setiap dosa yang kita perbuat akan menimbulkan noktah rona hitam, yang kian menutup hati kita. Hati menjadi mati dan tidak lagi sensitif. Tidak lagi bergetar ketika dibacakan ayat-ayat Allah atau mendengar Asma-Nya. Na’udzu biLlah…., betapa meruginya jika kita tidak dapat lagi merasakan itu semua, tidak bisa menikmati Al Qur’an, tidak mampu khusyu’ dalam shalat, tidak bisa menangis karena takut akan azab-Nya.

Jika kehidupan kita sudah terlanjur bergelimang dosa, dan jiwa demikian menderita diliputi nestapa serta kegoncangan jiwa. Segeralah berjalan menemui-Nya, maka Ia akan berlari menghampirimu. Ucapkan sayyidul Istighfar dengan lisan dan perasaan, maka engkau akan mendapati-Nya, Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Engkau akan merasakan hati ini menjadi bening, rontoklah sedikit demi sedikit noktah yang menutupi jiwa, dan engkau akan merasakan hati yang sejuk… tenang… oh… betapa indahnya.

Saudaraku… jika engkau belum mampu melakukannya, atau engkau belum bisa merasakan kehadiran-Nya, mungkin karena sudah terlalu banyak dosa kita, sudah terlalu mati dan hitam hati kita. Namun jangan berkecil hati dan berputus asa, Allah hanya sedang menguji kesungguhan dan kesabaran kita.

Saudaraku… mari kita mulai dengan 3 hari tanpa dosa. Jagalah semua panca indera dari hal-hal yang dilarang-Nya. Diawali dengan niat dan kesadaran ingin lebih mengenal-Nya, dekat dengan-Nya, mencintai-Nya. Setiap kali akan tergelincir, segera ingatlah Allah dan beristighfarlah. Percayalah…. engkau akan bisa merasakan Ia datang menyambutmu. Hatimu melunak melembut, pikiran dan perasaan menjadi tenang, engkau akan menjadi orang yang pemurah, shalat menjadi nikmat dan engkau akan menjadi suami yang baik, menjadi bapak yang hebat, menjadi tetangga yang menyenangkan.

Setelah mendapatkan ini, syukuri dan menangislah…. wahai saudaraku. Yaa Allah,….. inilah nikmat yang kucari, yang hilang selama ini, tertutup dengan kesombongan dan durhakaku kepadaMu. Jangan cabut lagi rasa ini, Yaa Allah…. Perkenankan rasa ini terus bisa kunikmati hingga tiba saatnya menemui-Mu.

Saudaraku… pertahankan nikmat ini, dengan terus istiqomah menjauhi ma’shiyat, taat terhadap perintah-Nya, berbuat baik kepada sesama. Saudaraku… semoga Allah kelak mengumpulkan kita di surga-Nya, dan kita akan membincangkan hal indah ini lagi di sana…. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar