Jumat, 27 November 2015

TAWADHU

✅ [1] Sikap Tawadhu adalah merasa bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang lain.

Ketika ia melihat orang kafir yang baru masuk Islam, ia mengatakan betapa beruntungnya orang tersebut. Dosa dosanya hapus laksana seorang bayi yang baru lahir. Sedangkan saya begitu banyak bergelimang dosa.

Ketika ia melihat orang yang sudah tua, ia berkata bahwa betapa beruntungnya dia. Ia begitu banyak pahala dengan ibadah-ibadahnya, sedangkan aku masih banyak bergelimangan dengan dunia.

Ketika ia melihat ada seorang pemuda yang rajin beribadah, ia berkata betapa beruntungnya dia masih muda sudah rajin ibadah, betapa besar pahalanya. Ia sudah mengumpulkan kebaikan kebaikan hingga hari tuanya. Sedangkan sisa usiaku untuk beribadah tinggal sedikit.

Ketika ia melihat orang fajir yang banyak maksiat maka ia berkata, bisa jadi dia lebih baik dari aku, bisa jadi ia bertaubat hingga Allah mengampuni semua dosa. Sedangkan akupun tiada yg menjamin bisa husnul khotimah.

Ketika melihat orang yang berilmu dia berkata, betapa beruntungnya ia bisa berilmu dan dekat dengan Tuhan.

Ketika ia melihat orang bodoh ia pun berkata betapa beruntungnya dia tidak berilmu, bisa jadi Allah mengampuninya, sedangkan untuk aku, Allah memberikan banyak ilmu tapi banyak tidak mengamalkan.



✅ [2] Seorang yang Tawadhu tidak pernah melihat orang lain rendah.

Ketika ia melihat tukang sampah, ia mengatakan bahwa akulah tukang sampah, akulah orang yang menyampah, sedangkan dia adalah tukang kebersihan yang mulia.

Ketika ia mendapatkan staf atau bawahan yang sangat mengesalkan, ia pun tetap tersenyum saja, ia mengatakan bahwa bisa jadi orang itu Allah turunkan untuknya, untuk melatih kesabarannya. Justru itulah nilai mahal dari orang tersebut dan ia perlu berterima kasih atasnya.

Ketika ada orang lain mencacinya atau mencelanya, ia tidak marah bahkan tersenyum. Dan ia berkata, bisa jadi diriku sebenarnya lebih buruk dari cacian dan makiannya.

Ketika ada orang yang memujinya, ia tidak lantas berbangga hati dan sombong. Ia berkata bisa jadi penilaian Allah atasku tidak seperti itu. Sebenarnya aku tidak pantas mendapatkan pujian tersebut.



✅ [3] Sikap Tawadhu inilah awal dari kebaikan-kebaikan.

Ketika ia melihat orang lain, ia merasa orang tersebut bisa jadi, lebih baik dari dirinya, dan ia tidak merasa bahwa ia lebih baik dari orang lain tersebut.

Maka ia akan menghormati orang lain, akan menghargai orang lain, bisa mendengar kebaikan dari orang lain.

Wallahu a’lam. (agungy)

By:
H.Agung Yulianto, SE.Ak, M.Kom
Presiden Direktur PT HPAI
http://hpaindonesia.net

Senin, 10 November 2014

Memaknai kepasrahan dalam Tidur

Memaknai kepasrahan dalam Tidur"

Biasanya kita sebelum tidur berdoa dengan "Bismika Allahumma ahya wa
amuut" Hanya doa yg pendek. Yang panjang itu kira-kira bunyinya begini: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ
Allahumma inni aslamtu nafsi ilayk.
Ya Allah kuserahkan jiwaku padaMu.
وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ
Wa alja’tu zhohri ilayk.
Dan kusandarkan punggungku padaMu.
وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ
Wa fawadhtu amri ilayk.
Dan kuserahkan semua urusanku padaMu.
لا مٓلْخأ
Laa malja’a.
Tidak ada tempat pergi, tempat berlari.
ولا مَنْجَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ
Walaa manjaa minka illa ilayk.
Tidak ada juga tempat berlindung dariMu kecuali hanya padaMu.
آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وِبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Amantu bikitabikalladzii anzalta wa bi rosuulikalladzii arsalt.
Aku beriman kepada kitab yang Kau turunkan dan Nabi yang Kau utus.
Baru baca syahadat. Baru tidur.

Perhatikan. Jiwa kita serahkan.
Punggung kita sandarkan. Perkara juga kita serahkan. Jadi jangan cuma jiwa kita serahkan tapi juga masalah.
Insya Allah tidur kita nyenyak. Iman
kepada takdir ini adalah kesadaran akan qudratullah.

Antum masih mengingat kisah ashabul kahfi? Tujuh anak muda dikejar-kejar negara, jadi buron, lari sembunyi lalu apa takdir Allah pada mereka? Tidur.
Ada perintah melawan? Tidak ada.
Seakan-akan Allah ingin mengatakan
‘Hai anak muda, silakan kamu tidur, biar saya urus ini orang.’ Begitu mereka bangun, itu kerajaan sudah tidak ada. Mata uangpun sudah ganti.
Jadi perlawanan dengan tidur itu
dahsyat sekali. Kenapa tidur itu dahsyat? Karena tidur itu menunjukkan kepasrahan. Hanya orang yang benar-benar pasrah, yang tenang jiwanya yang bisa tidur dengan nyenyak. Orang paranoid tidak bisa tidur, pasti insomnia.
selamat tidur........😔

by Anis Matta.



- Posted using BlogPress from my iPhone

Senin, 20 Oktober 2014

Nash Lengkap tentang Marah

Nash Lengkap tentang Marah

Allah Ta’ala memerintahkan kita apabila kita diganggu setan hendaknya kita berlindung kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika setan datang mengodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. [al-A’râf/7 : 200].

Pada makna inilah terdapat isyarat dalam Al-Qur`ân dengan firman-Nya Azza wa Jalla :

وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

… Dan apabila mereka marah segera memberi maaf. [asy-Syûrâ/42 : 37].

Juga dengan firman-Nya Ta’ala:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. [Ali ‘Imrân/3 : 134].

Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه
“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ
[رواه البخاري]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah.
(Riwayat Bukhori )

Ja’far bin Muhammad rahimahullah mengatakan, “Marah adalah pintu segala kejelekan.” Dikatakan kepada Ibnu Mubarak rahimahullah , “Kumpulkanlah untuk kami akhlak yang baik dalam satu kata!” Beliau menjawab, “Meninggalkan amarah.” Demikian juga Imam Ahmad rahimahullah dan Ishaq rahimahullah menafsirkan bahwa akhlak yang baik adalah dengan meninggalkan amarah.

Diriwayatkan dari Sulaiman bin Shurad Radhiyallahu anhu, ia berkata:
Kami sedang duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba ada dua orang laki-laki saling mencaci di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang dari keduanya mencaci temannya sambil marah, wajahnya memerah, dan urat lehernya menegang, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh, aku mengetahui satu kalimat, jika ia mengucapkannya niscaya hilanglah darinya apa yang ada padanya (amarah). Seandainya ia mengucapkan,
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

(Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)". Para sahabat berkata, "Tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Rasulullah?" Laki-laki itu menjawab, "Aku bukan orang gila".[6]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang keutamaan orang yang dapat menahan amarahnya, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ مَا شَاءَ.

Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah k akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.[11]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan apabila seseorang marah hendaklah ia diam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ.

Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam. [8]

Jika anda sedang marah, sangat dianjurkan anda menjalankan tips meredam sifat marah yang telah disampaikan oleh Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud di bawah ini:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ
“Sesungguhnya marah itu dari setan dan sesungguhnya setan itu diciptakan dari api, sementara api bisa dipadamkan oleh air. Karena itu, jika salah seorang di antara kalian sedang marah, hendaklah dia berwudhu (HR Abu Dawud dari Athiyah)”.


BAGAIMANA MENGOBATI AMARAH JIKA TELAH BERGEJOLAK?

Orang yang marah hendaklah melakukan hal-hal berikut:

1. Berlindung kepada Allah dari godaan setan dengan membaca:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

2. Mengucapkan kalimat-kalimat yang baik, berdzikir, dan istighfar.

3. Hendaklah diam, tidak mengumbar amarah.

4. Dianjurkan berwudhu’.

5. Merubah posisi, apabila marah dalam keadaan berdiri hendaklah duduk, dan apabila marah dalam keadaan duduk hendaklah berbaring.

6. Jauhkan hal-hal yang membawa kepada kemarahan.

7. Berikan hak badan untuk beristirahat.

8. Ingatlah akibat jelek dari amarah.

9. Ingatlah keutamaan orang-orang yang dapat menahan amarahnya.
Wallâhu a’lam.

- Posted using BlogPress from my iPhone

Senin, 23 Juni 2014

Kisah Cinta Utsman bin ‘Affan dan Nailah

Tatkala Utsman bin ‘Affan menjadi Khalifah Rasul yang ketiga, menggantikan posisi Amirul Mukminin Umar bin Al Khathab yang syahid di tangan kafir Majusi. Kala itu ia memutuskan untuk menikah yang kesekian kalinya. Usianya memang tidak muda dan bahkan sudah sangat terbilang tua. Saat itu, ia telah berusia sekitar delapan puluh tahun. Rambutnya telah memutih dan kekuatan jasadnya tidak lagi seperti pemuda.

Dan yang lebih mencengangkan adalah bahwa ia menikahi seorang gadis belia yang baru mekar. Usianya baru delapan belas tahun tatkala pernikahan itu terjadi. Namanya adalah Nailah binti Al Qurafashah atau Nailah binti Al Farafishah Al Kalbiyah, seorang gadis cantik dari negeri Syam. Bukan hal mudah bagi keduanya untuk saling membersamai dalam singgasana pernikahan mengingat usia mereka yang terpaut sangat jauh, delapan puluh dan delapan belas. Namun, keduanya telah memutuskan untuk mencintai.

“Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini,” kata Utsman tatkala pertama kali menyambut Nailah. “Apakah engkau tak keberatan menikah dengan seorang pria tua bangka?”

“Aku termasuk perempuan yang lebih suka memiliki suami yang lebih tua,” jawab Nailah sambil tertunduk. Rasa malu menggelayuti hatinya.

“Namun, aku telah jauh melampui ketuaanku,” kata Utsman kembali. Ia seakan menguji kesungguhan keputusan gadis cantik yang mau dinikahinya itu, menelisik kesungguhan keputusannya untuk mencintai lelaki tua seperti dirinya.

“Tapi masa mudamu sudah kau habiskan bersama Rasulullah,” jawab Nailah sambil tersenyum, “Dan itu jauh aku lebih sukai dari segala-galanya.”

Selanjutnya Utsman dan Nailah hanya memberikan bukti atas keputusan mereka bersekutu dalam ikatan pernikahan itu. Utsman mencintai Nailah dan Nailah pun mencintai Utsman. Keduanya merupakan para pecinta sejati yang senantiasa melaksanakan pekerjaan-pekerjaan cinta bagi orang yang dicintainya. Maka, keduanya saling memberi, saling memperhatikan, saling menumbuhkan, saling merawat, dan saling melindungi.

Nailah yang disirami kerja cinta dari sang suami pun tumbuh dan semakin mekar. Ia menjadi salah satu perempuan yang pandai bertutur kata dan sangat menguasai sastra. “Saya tidak menemui seorang wanita yang lebih sempurna akalnya dari dirinya. Saya tidak segan apabila ia mengalahkan akalku,” kata Utsman suatu ketika mengenai Nailah. Darinya, Utsman memperoleh putri bernama Maryam dan Anbasah.
Sejarah membuktikan kejujuran cinta mereka. DR. Sa’id bin ‘Abdul ‘Azhim menceritakan untuk kita dalam Mu’asyarah bil Ma’ruf bukti kerja cinta mereka. Tatkala para pemberontak mendatangi Khalifah Utsman bin ‘Affan di rumahnya untuk membunuhnya, bangkitlah istri yang dicintai dan mencintainya itu, Nailah binti Al Qurafashah, dengan membiarkan rambutnya terurai, seakan-akan dia bersiasat dengan berusaha menggoda sifat kejantanan para pemberontak tersebut. Spontan Utsman berteriak dan membentaknya, seraya mengatakan, “Ambillah kerudungmu! Demi umurmu, kedatangan mereka lebih ringan bagiku daripada kehormatan rambutmu.”

Ketika salah seorang pemberontak masuk ke dalam rumah dan membabat Utsman yang sedang membaca mushaf Al Qur’an hingga darahnya menetes ke mushaf itu, Nailah tidak tinggal diam. Seorang pemberontak lain yang menerobos masuk dicegah oleh Nailah dan merebut pedang yang dibawa si pemberontak itu. Namun, pemberontak itu dapat merebut pedangnya kembali. Ia menebaskan pedangnya dan memotong jari-jemari lentik Nailah yang melindungi sang suami. Dalam riwayat yang lain dikisahkan bahwa Nailah menjatuhkan tubuhnya ke pangkuan Utsman untuk melindungi tubuh sang suami dari sabetan pedang para pemberontak hingga jarinya tertebas.

Para pecinta sejati memang senantiasa memberikan perlindungan yang terbaik bagi orang yang dicintainya. Meski harus berkorbankan harta, meski harus berkorban raga, meski harus berkorban nyawa. Bahkan kemudian, potongan jari Nailah bersama baju Utsman dibawa ke hadapan Mu’awiyah di Syam untuk menunjukkan bukti kekejaman para pemberontak dalam membunuh Utsman. Sebuah bukti cinta yang sangat mengagumkan.

Utsman demikian dalam mencintai Nailah. Karena itulah Nailah pun merasakan dan mencintai Utsman dengan sangat mendalam. Curahan cinta Utsman kepada Nailah memenuhi seluruh ruang di hati Nailah hingga mampu menggerakkan dirinya menjadi tameng bagi kesewenang-wenangan para pembunuh terhadap suaminya, seorang lelaki yang senantiasa menghidupkan malam dengan Al Qur’an dalam rangkaian rakaatnya. Utsman senantiasa membuktikan bahwa ia mencintainya dalam keadaan susah dan senang. Maka, semakin luaslah ruang hati Nailah untuk menampung cinta dari sang suami. Demikian pula kesadarannya untuk mencintai lelaki tua itu. Ruang hatinya terlalu penuh dengan cinta dari lelaki tua itu hingga tak mampu terisi oleh cinta yang lain.

Maka, ketika Mu’awiyah bin Abi Sufyan menyampaikan pinangannya untuk janda Utsman bin ‘Affan itu, Nailah dengan tegar menjawab, “Tidak mungkin ada seorang manusia pun yang bisa menggantikan kedudukan Utsman di dalam hatiku.” Bahkan, kemudian ia merusak wajahnya yang cantik untuk menolak semua peminang yang datang kepadanya. Ia memutuskan untuk hanya mencintai Utsman, lelaki tua itu.

Mencintai adalah sebentuk pernyataan kesiapan diri untuk melakukan kerja-kerja cinta. Maka, mencintai bukanlah tentang romantisme, melankolisme, erotisme, kemesraan, khayalan, dan keindahan semata, namun tentang kerja cinta dan pertaruhan kepribadian serta integritas si pecinta, walaupun kita tidak menafikkan eksistensi hal-hal indah tersebut. Mencintai adalah pekerjaan yang besar dan berat. Karena itu, mencintai adalah pekerjaan yang sangat melelahkan. Namun, hanya sedikit orang yang menyadari hal ini.

Rabu, 10 Juli 2013

Kisah Syahidnya Sa'ad bin Mu'adz


Banyak episode-episode dalam Film Omar ibn Khattab yang membuat air mata kita mengalir. Saat Islamnya Umar, saat meninggalnya Abi bin bi Thalib, saat tibanya Rasulullah SAW di Madinah.

Episode lain yang mampu menguras air mata kita, adalah saat meninggalnya Sa'ad bin Mu'adz.

Beliau terkena panah dalam perang Khandaq.

Ketika menjemput syahid, ia berkata :

"Aku telah berdoa kepada Allah (agar membiarkanku hidup) bila masih harus menunggu peperangan dengan orang Quraisy.

dan apabila Allah menentukan kita harus berperang dengan mereka.

Agar menjadikanku syahid...

Ketika sudah selesai perang dan urusan dengan bani Quraizhah, aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda: "Mereka tak akan memerangi kita setelah ini"

maka air mataku pun menetes sehingga aku pun tahu bahwa Islam mulai saat ini sudah menang, bukan kalah.

duri-duri pun sudah hilang dan orang-orang musyrik akan tertinggal.

sungguh aku berharap kepada Allah agar mengabulkan doaku (untuk menjadi syahid)".

[Kemudian Sa'ad, menghembuskan nafas terakhirnya, menuju Zat yang sangat mencintainya]

Sungguh teladan yang sangat mulia. Shahabat yang menghendaki hidupnya hanya untuk berjuang. Seorang mulia yang telah memenuhi janjinya kepada Allah.

Hingga kemudian Ummu Sa'ad meratapi meninggalnya Sa'ad. Bilal menegur Ummu Sa'ad agar jangan meratapi, "Janganlah engkau meratap, wahai Ummu Sa'ad! Tapi bersabar dan bermuhasabahlah, Allah menyukai kesabaranmu".

Namun Umar berkata: "Biarkan ia, wahai Bilal... Karena Rasul S.A.W. bersabda:""Setiap peratap itu berpura-pura kecuali untuk Sa'ad bin Mu'adz"".

Wahai saudaraku...Sudah sejauh mana perjuangan dan pengorbanan kita?Astaghfirullah.......

Positif Feeling Setiap Saat


Ciptakan Positive Feeling dalam setiap event Anda. Maka rasa Positif akan muncul ketika Anda melakukan event yg sama di masa yad! Inilah Inti Sukses dan Bahagia.
Seorang anak yg merasa senang ketika datang pertama kali ke sekolah. Maka rasa senang akan muncul kembali ketika setiap ia akan ke sekolah.
Sebaliknya jika seorang anak merasa kesal, marah, sebal ketika pertama kali ke sekolah. Maka rasa itu akan muncul kembali setiap ia akan ke sekolah di masa yad.
Maka sertai setiap event Anda dg rasa syukur, ikhlas dan bahagia, maka rasa inipun akan muncul dalam setiap events Anda. Dibuktikan dengan hadirnya senyum, keramahan dan kedermawanan.

Jalan Hidup Sederhana Para Miliarder


Lebih mudah mencari uang daripada membelanjakannya. Anda percaya katakata itu? Namun, itulah jargon Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia yang menghimpun pundi-pundi harta sampai 47 miliar dolar AS. Kalimat ini tentu mudah diucapkan para miliarder yang kelebihan duit. Namun, Buffet benar-benar serius dengan ucapannya itu.
Pada 2006 dia menghibahkan 83 persen kekayaannya senilai 37 miliar dolar AS yang sebagian besar dalam bentuk saham ke Yayasan Bill Gates, pemilik Microsoft yang menjadi orang terkaya nomor dua dunia. Dua persen lagi kekayaannya juga dihibahkan ke berbagai yayasan dan proyek amal.
Setahun sebelumnya, Buffet dan Gates bertemu secara pribadi. Pertemuan hanya dijadwalkan berlangsung setengah jam. Ketika keduanya bersua, pertemuan molor sampai 10 jam. Gates menjadi pengagum berat Buffet.
Hingga kini, Buffet masih tinggal di rumah yang dibelinya 50 tahun lalu seharga 31.500 dolar AS di Omaha, Nebraska. Rumah yang cukup besar, tapi sederhana, masih seperti ketika pertama kali dibeli. Bentuk rumah berdinding kayu tanpa pagar itu bahkan lebih mirip gudang pertanian ( barn) model gambrel.
Setiap hari Buffet membawa sendiri mobilnya Cadillac DTS tanpa sopir pribadi, bahkan pengawal. Walau perusahaan investasi miliknya, Berkshire Hathaway, mengendalikan 63 perusahaan, sang bos besar tak pernah membawa telepon genggam. Buffet juga jarang bergaul dengan kalangan jetset. Selesai dari kantor dia langsung pulang ke rumah, membuat popcorn dan nonton televisi, atau memainkan ukulele.
Satu-satunya kemewahan yang tampak hanyalah pesawat jet pribadi Gulstream IV milik Berkshire Hathaway, yang sebelumnya enggan dia beli karena dianggap pemborosan. Kebetulan Berckshire ju ga menguasai perusahaan penye waan jet pribadi, Netjets, dan Exe cutive Jet Aviation. Ketika ditanya mengapa tak membeli yacht, dia bilang, Kebanyakan dari mainan itu hanya bikin pening kepala.
Menyumbang diam-diam Gaya hidup miliarder yang seperti orang kebanyakan tak hanya dilakoni Buffet. Carlos Slim, raja telekomunikasi Meksiko de ngan kekayaan 53 miliar dolar AS dan baru saja menjadi orang terkaya dunia mengalahkan Bill Gates, juga masih tinggal di rumah yang sama selama 40 tahun. Slim pun tak punya pesawat jet pribadi atau kapal pesiar yacht.
Ingvar Kamprad, pendiri perusahaan furnitur Ikea dari Swedia, terkenal dengan kutipannya, Orang-orang Ikea tidak suka bermobil mewah atau menginap di hotel mahal. Prinsip itu berlaku juga baginya. Kamprad suka terbang dengan pesawat kelas ekonomi. Bila bepergian, ia sering menggunakan angkutan umum atau mengendarai mobil tuanya, Volvo 240 GL.
Frederik Meijer juga mirip Kamprad. Pemilik jaringan hipermarket Meijer di kawasan Midwest, Amerika Serikat (AS), ini mempunyai kekayaan 5 miliar dolar AS. Namun, Meijer me ngendarai mobil biasa sampai mo bil itu benar-benar mogok. Selain hanya memakai penerbangan kelas ekonomi, di luar kota Meijer memilih menginap di motel.
Tapi, yang paling unik dari semuanya adalah Chuck Feeney, pendiri Duty Free Shoppers Group Ltd (DFS). Dia punya moto, Saya dibentuk untuk bekerja keras, bu kan untuk menjadi kaya. Feeney kebetulan lahir dari keluarga miskin. Kini, dia sudah kaya raya, tapi tetap bekerja keras dan juga beramal besar. Feeney mendona sikan 600 juta dolar AS ke almamaternya Cornell University, ke berbagai sekolah, pusat riset, dan rumah sakit.
Sekitar 3,5 miliar dolar AS hasil penjualan sahamnya di DFS tahun 1984 masuk sebagai dana milik yayasan amalnya. Semua itu disumbangkan oleh pria keturunan Irlandia itu secara rahasia. Yayasan amalnya sengaja didirikan di Bermuda untuk menghindari kewajiban keterbukaan informasi dari kantor pajak AS.
Sampai akhirnya awal 1998, muncul sengketa dengan Robert Miller, sesama pendiri DFS, dalam penjualan saham DFS oleh yayasan amalnya. Terbongkarlah amal-amal sumbangan Feeney ke publik dan memaksanya turun gunung. Urusan uang memang menarik bagi banyak pihak. Tapi, tak ada yang bisa memakai dua pasang sepatu secara bersamaan,ucap Feeney kepada harian New York Times.
Ucapan itu menjelaskan kenapa sampai tahun 1998 hartanya tinggal 5 juta dolar AS. Feeney bahkan tak punya rumah ataupun mobil, dan lebih sering menggunakan angkutan umum. Anakanak Feeney pun dibesarkan sebagai anak orang biasa yang menghabiskan liburan musim panasnya dengan bekerja. Arloji yang dipakainya pun hanya seharga 15 dolar AS. Bahkan, orang terdekatnya mengatakan,Kalau dijual pun hanya laku 5 dolar AS. ap/times/business week
Contoh lainnya orang yang menjalankan ‘pola hidup sederhana’ adalah Azim Hasham Premji. Pendiri Wipro (Perusahaan consultan dan outsorcing) yang beberapa tahun menempati tahta sebagai orang terkaya di India (Konon pernah kekayaannya melebihi Bill Gates) ini terkenal menerapkan pola hidup sangat ‘frugal’ (antara sederhana dan irit).

Kemana-mana mengemudikan sendiri mobil Corollanya, naik pesawat selalu kelas ekonomi, bila sedang mengunjungi kantor cabang selalu tidur di mess perusahaan dan bukannya hotel bintang lima.

Di kalangan bisnis dan Wipro juga dikenal berusaha secara ‘bersih’, menolak memberikan suap pada pejabat-pejabat di India. No mean feat, untuk seorang pengusaha di negara yang rating suapnya tidak terlalu jauh beda dengan Indonesia. Yang jelas beliau terlahir di keluarga Muslim di Gujarat.