Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

Tadabbur Al Hadid, fenomena Caleg Stress

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ

supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu (ayat 23)

Tidak perlu saya ulangi banyaknya kisah tentang caleg-caleg stress, bahkan hingga bunuh diri dan gila.

Dalam hidup tidak lepas dari anugerah dan musibah. Ayat di atas menjelaskan kondisi orang beriman, selalu dalam keadaan terbaik. Kebalikannya kondisi orang yang kurang imannya, akan mengalami depresi, putus asa ketika cita-citanya tidak tercapai, di lain pihak ia akan lupa diri dan sombong ketika ambisinya terwujud.

Mengapa kondisi yang berbeda ini terjadi? Mari kita tadabburi ayat-ayat sebelumnya.

Pertama

Motivasi dan niat. Caleg yang kurang imannya melandasi ikhtiyarnya untuk dunia, padahal dunia ini hanya kesenangan yang melenakan, senda gurau, berbanyak-banyak harta dan anak.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (ayat 20)

Sedangkan caleg beriman meyakini bahwa perjuangan dan pengorbanannya selama kampanye dalam kerangka dakwah, amal shalih. Dan perjuangannya selama kampanye sebagai perlombaan dalam kebaikan.

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (ayat 21)

Kedua

Caleg yang kurang imannya menyalahkan orang lain ketika ia gagal. Kecewa dengan konstituennya karena ingkar janji setelah ia mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Dan menganggap bahwa Tuhan tidak mengasihinya dengan tidak mengabulkan do'anya.

Sedangkan Caleg yang beriman yakin, setelah ia berjuang maksimal, mendekatkan diri kepada Pencipta, meluruskan niat dan motivasi, maka apapun yang diberikan oleh Allah adalah yang terbaik bagi dirinya. Semua ini telah tercatat di Lauhul Mahfuz. Dan semua pengorbanan yang dikeluarkannya tidak sia-sia, melainkan akan dibalas dengan kebaikan yang berlipatganda.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (ayat 22)

Disinilah iman kepada takdir berperan. Dan yakin bahwa :

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al Baqarah 216)

Barulah kita bisa memahami firman Allah dengan utuh :

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (ayat 23)

Sikap Caleg yang beriman setelah menjadi Aleg

Kualitas seorang Caleg yang beriman akan semakin bersinar ketika ia diamanahi menjadi Aleg. Ia akan mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, dan tidak mengkhianati amanah yang diberikan kepadanya. Ia menyadari bahwa jabatannya sebagai Aleg adalah suatu amanah yang berat yang akan diminta pertanggunjawabannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Al Anfal 27-28)

Maka ia akan bekerja sebaik-baiknya untuk konstituen, masyarakat, bangsa dalam kerangka dakwah dan mencari ridho Allah. Kepentingan diri, anak dan keluarganya diletakkan ke nomor sekian. Ia akan menjadi orang yang dermawan dan siap mengorbankan harta, tenaga, waktu, dan pikirannya. Dan tidak menjadi orang yang kikir sebagaimana disebut Allah dalam ayat di atas, dan lebih lanjut Allah menjelaskan siapa orang yang kikir itu.

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ ۗ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (ayat 24).

Selamat mengemban amanah bagi para Aleg yang beriman! Semoga Allah senantiasa membimbing langkah-langkah Anda dan meridhoi semua kerja dan perjuangan Anda.

Suara Hati

Suatu hari aku sedang berkendara, kusaksikan gambar gambarku sebagai Caleg di banner dan baliho-baliho besar terpampang di jalanan. "Ganteng juga", batinku. Tiba-tiba ada suara di dada yang kecil namun jelas menyergah perasaanku, "koq aku jadi narsis begini...?".

Astaghfirullah, gara-gara tuntutan demokrasi kenapa aku jadi narsis seperti ini? Tuntutan pemilu mengharuskanku memajang-majang gambar, agar dikenal dan dipilih masyarakat. Untunglah gambarku hanya ada tulisan informasi foto, nomor 4 dan nama, serta tulisan "Pelayan Rakyat" yang memang menjadi cita-citaku. Tidak ada tulisan Pilih aku, atau contreng aku.

Ya Allah.... Semoga ini bukan berarti aku minta-minta jabatan. Karena jika aku minta dan nanti tidak sanggup melaksanakan amanah, bagaimana pertanggungjawabanku kepadaMu. Tiba-tiba air mata ini menetes, aku nyetir sambil menangis. Kunikmati tangisku, biar aja toh gak ada orang denger atau lihat...

Tiba-tiba kuteringat lagu Muhasabah Cinta yang sering kunyanyikan :

Wahai Pemilik Nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat Ujian dari Mu Kupasrahkan semua pada-Mu...

Ya Allah benar-benar berat ujian ini. Ujian pengorbanan, ujian keikhlasan, ujian ukhuwwah dan kemampuan bertawakal. Doakan ya teman-teman, aku sanggup mengemban amanah ini...


Ikhtiar Maksimal dan TAWAKAL, Kunci Kemenangan

Tulisan lama digubah sedikit di akhir, pas utk kondisi sekarang:

Kita sudah melakukan yang terbaik selama kampanye yang melelahkan, sudah action dengan baksos, direct selling, canvassing, silaturahim tokoh. Sudah pasang alat peraga, stiker, spanduk, menyiapkan saksi dll. Kita harus menyadari bahwa semua itu hanyalah prasyarat kemenangan yang merupakan prerequisite yang harus kita lakukan. Namun kemenangan 100% adalah Allah yang tentukan.

Kita harus ikhtiar maksimal, punya jiwa pengorbanan (ruhut-tadhhiyah) yang tinggi baik tenaga, dana maupun pikiran. Namun pasca itu semua, harus sadar bahwa, BUKAN ITU SEMUA YANG MENYEBABKAN KEMENANGAN!

Ketika kita bergantung pada diri kita, ikhtiyar yg sudah kita lakukan, atau bergantung pada pihak lain, maka Allah SWT akan menyerahkan hasilnya pada apa yang kita gantungi tersebut. Namun, ketika kita hanya bergantung pada Allah, menyerahkan urusan (wakala - tawakal) hanya kepada-Nya, maka kuasa dan kehendak-Nya yang akan bekerja.

Bismillahi tawakkaltu 'alaLlahi walaa haula walaa quwwata illa biLlah, kekuatan hanya milik Allah, kita manusia tidak memiliki kekuatan apa-apa. Ketika kita hanya menggantungkannya pada yang maha ALLAH semata, dan mengakui bahwa kita NOL, maka lihatlah berapa hasil dari 1 (SATU) dibagi 0 (NOL)? Kita akan bisa mengakses kekuatan yang tidak berhingga.

Renungkanlah do'a berikut, resapi maknanya, insya Allah kita akan mengakui kelemahan diri dan air mata bercucuran tiada henti:

"Yaa Hayyu yaa Qoyyuum, yaa badii'as samaawaati wal-ardh, yaa Dzal Jalaali wal Ikraam. Laa ilaaha illa Anta birahmatika nastaghiits. Ashlih lanaa sya'nanaa kullahu. Walaa takilnaa ilaa anfusinaa thorfata 'ainin. Walaa ilaa ahadin min kholqika"

Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Mengurus. Wahai Yang Maha Menciptakan langit dan bumi. Wahai Yang Memiliki Kegagahan dan Kemuliaan. Tidak ada Tuhan selain Engkau, dengan rahmat-Mu kami meminta pertolongan. Bereskanlah semua urusan kami. Jangan Engkau serahkan diri kami kepada penguasaan kami walaupun hanya sekejap mata. Dan jangan pula kepada seorangpun dari hamba-hamba-Mu.

Mari pada hari tenang ini, kita menyadari, meluruskan kesadaran. Serahkan urusan kepada Allah SWT dan mengakui kelemahan dan betapa kecil dan kerdil diri kita. Mendekatlah kepada-Nya, bermunajatlah dan khouf dan raja'. Jangan sia-siakan sepertiga malam terakhir. Buang kesombongan diri, merasa telah berbuat banyak, telah keluar uang banyak, telah menyelenggarakan banyak acara, karena bukan itu semua yang menyebabkan kemenangan. Jauhi makshiyat sekecil apapun juga pada saat ini, karena makshiyat dan dosa akan menghijab do'a kita tidak sampai kepada Allah.

Maka "keajaiban" akan hadir. Apalagi pemilu soal pilihan hati, dan Dia-lah yang Maha Membolak-balikkan Hati.

Teringat, menjelang pertempuran pembebasan Palestina, Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi membariskan seluruh pasukan. Beliau memanggil ke depan beberapa puluh orang dan menyuruh mereka pulang ke ibukota dan tdk usah ikut berperang, kenapa? Karena, dalam inspeksi, mereka dijumpai tidak pernah qiyamul lail dan tidak pernah membaca Al-Quran. Beliau tidak ingin kehadiran orang-orang ini akan menghalangi kemenangan dari Allah SWT. Bagaimana dengan kita?

TETAP PARTAI DA’WAH, MESKI PKS TERUS DIFITNAH

BAYAN DEWAN SYARIAH PUSAT

TETAP PARTAI DA’WAH, MESKI PKS TERUS DIFITNAH

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahirabbil alamina wasshalatu’ala sayyidil mursalin, nabbiyina Muhammadin wa’ala alihi washahbihi ajma’in. Wa ba’du.

Fenomena partai da’wah PKS dalam blantika perpolitikan nasional telah mengundang banyak hal. Ada ketercengangan, ada pertanyaan, ada pula kekhawatiran bahkan kecurigaan. Menghadapi laju PKS di ranah politik sekaligus ranah da’wah, berbagai pihak melakukan berbagai ragam cara. Bertambah banyak yang simpati lalu mendukung, tapi tidak sedikit yang menebar halang rintang dengan langkah politis, bahkan ada yang menebar kedustaan dengan isu keagamaan. Cara yang terakhir ini berulangkali dimunculkan berbarengan dengan perjuangan politik PKS melalui pemilihan legislatif dan pilkada. Sebagai partai da’wah yang berfungsi memberikan pencerahan kepada masyarakat luas, PKS harus menjelaskan siapa ia sebenarnya. Sesuai AD/ART partai, lembaga yang berkompeten menjelaskan pandangan dan sikap keagamaan PKS adalah Dewan Syari’ah. Sedangkan pandangan atau sikap keagamaan kader PKS secara individual tidak mencerminkan pandangan dan sikap partai. Berikut ini pandangan resmi Dewan syari’ah Pusat PKS tentang beberapa masalah keagamaan yang telah dipolitisir.

1. PKS dan Ahlussunah Wal Jama’ah Sebagai partai da’wah PKS berpegang teguh pada aqidah Ahlussunah Wal Jama’ah dengan sumber rujukan utama sebagaimana termaktub dalam Ittijah Fiqih PKS, berupa Mashdir Asasiyah ( Sumber hukum Primer ) yang disepakati oleh Jumhur Ahlussunah Wal Jama’ah, yaitu Al-Qur’an yang suci, ijma’ dan qiyas.

2. PKS dan ’Wahabisme’ Tidak ada hubungan antara PKS dengan ’Wahabisme’, yaitu gerakan yang dipimpin oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab di negeri Hijaz yang bertujuan untuk memurnikan ’aqidah dari Takhayul, Bid’ah dan Khurafat (TBC), bekerja sama dengan Malik Abdul Azis yang menggunakan berbagai cara yang sifatnya halus sampai yang radikal. Jelas tidak ada hubungan historis karena PKS lahir pasca reformasi 1998. Tidak ada hubungan struktural organisatoris antara PKS dengan organisasi keagamaan di Saudi Arabia. Bahwa di antara pimpinan PKS pernah studi di Saudi Arabia, hal yang sama berlaku juga pada ormas Islam yang lain. Bahkan ada yang pendirinya pernah mukim di sana. Tapi tidak lantas ormas-ormas tersebut boleh dituduh sebagai ’Wahabiyah’.

3. Kolektivitas dan Keberagaman PKS Sebagai partai da’wah yang berprinsip kejama’ahan, maka sifat kolektifitas menjadi ciri PKS yang mewadahi keberagaman, baik dalam rekruting kader maupun pandangan keagamaan dan politiknya.

- Ketua Majelis Syura PKS, KH. Hilmi Amminuddin alumni Universitas Islam Madinah, dekat dengan kalangan Persis.

- Duta Besar RI di Saudi Arabia, DR. Habib Salim Segaf Al Jufri adalah seorang habib cucu pendiri Al Khairat dan salah satu seorang pendiri Partai Keadilan. Beberapa Habib yang lain fungsionaris PKS seperti Habib Abu Bakar Al Habsy, Habib Nabil Al Musawwa, dan Habib Fahmi Alaydrus.

- Presiden Pertama Partai Keadilan, DR. H. Ir. Nurmahmudi Ismail, MSc. Lulusan Amerika berlatang belakang Pesantren di Kediri yang kental ke NU-annya.

- Presiden kedua Partai Keadilan PKS yang kini ketua MPR RI, DR. H. M. Hidayat Nurwahid, MA lulusan Universitas Islam Madinah, berlatar belakang Muhammadiyah.

- Presiden PKS yang sekarang, Ir. H. Tiffatul Sembiring Alumni Sekolah Tinggi Teknik di Indonesia dan kursus Manajemen Politik di Pakistan yang punya latar belakang organisasi di PII.

- Ketua MPP-nya, Drs. H. Suharna Surapranata, MT lulusan UI dan Jepang berlatar belakang aktivis masjid kampus.

- Ketua Dewan Syari’ah PKS, H. DR. Surahman Hidayat, MA tamatan Universitas Al-Azhar Mesir yang bermahzhab Syafi’i, latar belakangnya NU dan PUI, sebelumnya PII dan HMI.

- Beberapa anggota Dewan Syari’ah Pusat juga berlatar belakang NU seperti, KH. DR. Muslih Abdul Karim, MA murid kesayangan KH. Abdullah Faqih, Langitan. H. Bukhari Yusuf, MA, sekretaris DSP, murid kesayangan KH. Noer Ahmad S ahli ilmu falak NU. H. Bakrun Syafi’i, MA Alumni Pesantren Al Munawwir, Krapyak Yogyakarta adalah murid kesayangan KH. Ali Ma’shum. H. Amang Syarifuddin, Lc,M.Si Alumnus Pesantren NU Cipasung, Tasikmalaya yang sering dipuji sebagai murid nomor 1.

- Beberapa Ulama seperti Prof. DR. KH.Didin Hafidhuddi, MS (Ketua BAZNAZ), DR. Ahzami Samiun, MA (putera Tokoh NU, KH.Samiun Jazuli), Prof.DR.Ahmad Syathori (Alumni Pesantren babakan Ciwaringin dan Buntet), adalah tempat bertanya dan rujukan kader PKS.

4. Furu’iyah di PKS Da’wah PKS menekankan pada tema-tema besar yang bersifat prinsip (qadhya ushuliyah). Ini supaya da’wah PKS bersifat mempertemukan mempersatukan (jami’ah-tajmi’ah) dan tidak menimbulkan perselisihan/perpecahan (tafriqiyah). Ittijah Fiqh (Orientasi Fiqih) Dewan Syari’ah PKS mendahulukan fiqh persatuan (i-tilaf) daripada fiqh perbedaan (ikhtilaf). Menggali dan mengambil faidah dari khazanah fiqhiyah yang ada dengan prinsip ”Almuhafazhatu’alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah’ mengambil pendapat klasik yang masih cocok dan pendapat baru yang lebih maskahat. Tapi dalam praktik keseharian memperhatikan harmoni dengan mazhab yang banyak dipraktikan yaitu mazhab Syafi’i. Mengedepankan cara kompromi (thariqatul jam’i) atas tarjih, dan menggunakan prinsip keluar dari khilafah (khuruj’anil khilaf) sejauh dimungkinkan. Kemudian terhadap perbedaan dalam masalah cabang (furu’) mengedepankan sikap toleran (tasamuh). Prinsip yang dipegang ”NATA’AWANU FIMA ITTAFAQNA’ALAIHI WA YA’DZURU BA’DHAN FIMA IKHTALAFNA FIHI” bekerja sama dalam hal-hal yang disepakati dan saling menghormati dalam hal-hal yang diperselisihkan.

5. Sikap PKS dalam masalah Khilafiyah Berikut ini beberapa masalah khilafiyah/furu’iyah yang sering dijadikan alat untuk menfitnah PKS dan pandangan resmi Dewan Syari’ah Pusat PKS tentang itu.

a. Do’a Qunut Bagaimanapun do’a qunut status hukumnya adalah sunat. Yang disepakati adalah do’a qunut dalam shalat witir, qunut nazilah dalam shalat fardhu yaitu memohon tolak bala dari kaum muslimin dan mendo’akan bencana bagi musuh Islam. Adapun qunut subuh tetap saja merupakan masalah khilafiyah. Masalah pilihan, paling tinggi porsinya antara rajih dan marjuh, bukan antara sunnah dan bid’ah. Jadi tidak ada bid’ah dalam qunut shalat fajar. Dan mengamalkan yang marjuh bisa menjadi pilihan jika membawa kemaslahatan dalam mu’amalah. Jadi bukan sikap pilihan plin plan, tapi cerminan sikap bijak dan cerdas. Secerdas Imam Muhammad bin Al Hasan Al Syaibani murid Imam Abu Hanifah yang melakukan qunut ketika ziarah ke mesir dan menjadi Imam shlat shubuh. Ini karena beliau menghormati Imam Syafi’i imam madzab yang dominan di Mesir. Dan sebijak Imam Syafi’i yang tidak qunut shubuh ketika beliau ziarah ke Imam Muhammad di Baghdad. Dalam pengamalan di acara-acara PKS kadang qunut shubuh kadang juga tidak, tergantung imamnya. Dan itu tidak pernah ada masalah.

b. Membaca Do’a dan Tahlil untuk yang meninggal Pada dasarnya membaca do’a untuk mayit dianjurkan (sunat). Berkat ikatan ’aqidah tauhid tidak terputus hubungan sesama muslim dengan yang sudah mati sekalipun. Dalam Al-Qur’an ada do’a ”Rabbanagfirlana wa li-ikhwanina alldzina sabaquna bil imani, wala taj’al fi qulibina ghilan lilladzina amanu...rabbana innaka raufurrahim” (QS 59:10). Menghadiahkan bacaan surah al fatikhah atau lainnya untuk mayit, atau mewaqafkan/menshadaqahkan sesuatu atas nama atau menujukan pahalanya untuk mayit merupakan amal shalih yang diterima, sesuai pendapat jumhur ulama. Istighfar, tasbih, tahmid dan tahlil merupakan bagian dari keseluruhan do’a yang dibaca. Waktu berdo’a untuk mayit tidak harus dibatasi pada waktu atau hari-hari tertentu, dan tidak boleh disyaratkan, sehingga pilihan waktunya lebih luang dan leluasa sesuai kesempatan atau kemampuan..

c. Perayaan Maulid Nabi SAW Perayaan memperingati maulid Nabi Muhammad Saw menurut sebagian riwayat, digagas oleh Sultan Salahuddin al Ayyubi di Mesir dalam rangka meningkatkan ruhul jihad umat Islam. Sampai hari ini Universitas Al Azhar sendiri mensyi’arkan peringatan maulid Nabi Saw. Bagi kepala pemerintahan seperti Sultan Salahudin, hal itu merupakan kebijakan yang sesuai syari’ah (siyasah syari’ah), yang didefinisikan Imam Ibnu Uqail sebagai perbuatan yang dilakukan karena lebih maslahat bagi masyarakat dan lebih menghindarkan mereka dari mafsadat, meskipun tidak pernah disabdakan atau dicontohkan oleh Nabi Saw. Adapun bagi masyarakat muslim, peringatan maulid Nabi Saw dipertimbangkannya adalah semata-mata kemaslahatan (mashalah mursalah). Dasar pertimbangan maslahat ini juga yang menyeleksi ragam acara yang dipandang membawa maslahat. Tentu saja dalam konteks ini ada ruang bagi tradisi dan kreasi yang baik, sehingga ada variasi dari tempat ke tempat lain dan dari waktu ke waktu yang lain. Jika dibarengi niat yang lillah, untuk meninggikan Dinullah dan tidak ada sesuatu yang melanggar syari’ah dalam mata acaranya, insyaAllah bernilai ibadah. Di lingkungan PKS, biasa diadakan peringatan maulid Nabi Saw oleh DPP maupun struktur di bawah. Bahkan dianjurkan agar pelaksanaannya bekerja sama dengan masjid, lembaga keagamaan atau masyarakat sekitar. Para Kepala pemerintahan kader PKS biasa memprakarsai atau mensponsori para Da’i atau asatidz kader PKS biasa menjadi penceramah dalam peringatan ini.

d. Yasinan Disebutkan dalam sebuah riwayat Imam Ahmad bahwa Surah Yasin merupakan qalbunya al-Qur’an. Membacanya merupakan ibadah. Disepakati aturan membacanya di samping orang yang sakit parah. Boleh dibaca untuk pengobatan dengan ruqyah syar’iyah. Boleh membacanya untuk yang sudah meninggal, menurut jumhur ulama. Sejauh ada pendapat yang membuka peluang amal adalah tidak bijak menutupnya bagi siapa yang ingin melakukannya. Waktu membacanya luas, boleh siang apalagi malam dan pada waktu-waktu yang khidmat. Tidak perlu dibatasi waktu tertentu. Pertimbangannnya adalah kesempatan dan kekhidmatan. Membiasakan acara membaca al-Qur’an atau memilih surat-surat tertentu, insya Allah merupakan ’adah shalihah atau tradisi yang baik. Memilih surat tertentu untuk dilazimkan dibaca, bukan karena mensyaratkan atau membatasi, tapi karena lebih menyukainya atau lebih familiar, insya Allah merupakan kabajikan, semoga Allah mempertemukan pembacanya dengan surat yang dicintainya.

Secara umum, merupakan kebijaksanaan dalam da’wah PKS untuk menghidupkan sunnah yang telah ditinggalkan (ihyaul sunnah al mahjurah) dan tradisi Islami yang menyemarakkan syiar Islam sebagai cerminan ketaqwaan.

Melalui Bayan ini kami serukan kepada segenap pecinta kebenaran dengan semangat iman dan keadaban, agar tidak termakan oleh fitnah dan hasutan baik lisan maupun melalui selebaran gelap yang menuduh PKS adalah Wahabi dan Bukan Ahlusunnah Al Jama’ah. ”Berbuat dusta dan menyebarkannya adalah dosa besar” (HR Bukhori)

Hasbunallah wani’mal wakil, wahuwal muwaffiq ila aqwamith thoriq

Jakarta, 21 Syawal 1529/21 Oktober 2008

Dewan Syari’ah Pusat Partai Keadilan Sejahtera

KH. DR. Surahman Hidayat, MA Ketua

(Dikutip Dari Koran Republika dan Pikiran Rakyat, Tgl 23 Oktober 2008)