Senin, 18 April 2011

Kultwit tentang Tilawah Al Quran saat #MiladPKS

Sumber Twitter @agungyul
  1. Saya msh terkesan dg Tilawah Quran saat #MiladPKS. Seakan Allah SWT menurunkan rangkaian ayat tsb demikian tepat utk PKS
  2. Dimulai dari Al Anfal 60; utk mempersiapkan semua kekuatan yg bisa menggentarkan lawan.... #MiladPKS
  3. Alhamdulillah 300.000 peserta mhadiri #MiladPKSmembuktikan PKS makin solid setelah diserang kanan kiri atas bawah
  4. Berbagai serangan berseri kpd PKS ternyata justru menambah solid massa akar rumput #MiladPKS
  5. Ayat "haditsulifki" yakni fitnah kpd A'isyah, "kamu menyangkanya buruk bagimu, padahal membawa kebaikan bagimu #MiladPKS
  6. Menghadirkan ratusan ribu orang dengan menguras dompet para kader, Allah akan membalas berlipat infaq Anda di #MiladPKS
  7. Di akhir ayat 8/60: "Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu" #MiladPKS
  8. ayat ke 61: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah."
  9. Islam condong kpd perdamaian. Bacalah buku Fiqh Jihad Yusuf Qaradhawy yang baru. Jihad Madany dibutuhkan saat ini
  10. Jihad di bid sosial mengentaskan kemiskinan dan pendidikan, jihad ekonomi dan juga jihad politik. Yuk berjihad!
  11. Ayat ke 62: Dan jika mrk bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu).....
  12. Ayat 62: ... Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin. Subhanallah pas dg kondisi kita
  13. Ayat ke 63 yg bikin nangis sampai air mata ndlewer. Kalo ga malu ama kanan kiri bisa kejer nangisnya #MiladPKS
  14. Ayat 63: dan Allah Yang mempersatukan hati mereka (orang2 yg beriman).... #MiladPKS
  15. ...Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tdk dpt mempersatukan hati mrk...
  16. akan ttp Allah tlh mempersatukan hati mrk. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.
  17. Siapa yg mempersatukan hati ratusan ribu orang yg hadir di GBK ini? Allah! bukan uang, jabatan... #MiladPKS
  18. Dan ayat berikutnya cerita ttg janji kemenangan. 2 mengalahkan 20, 100 mengalahkan 1000. Syarat: beriman dan shabar
  19. Sekian.. Selamat beraktivitas

Sabtu, 16 April 2011

Positive Feeling 02

Ciptakan Positive Feeling dalam setiap event Anda. Maka rasa Positif akan muncul ketika Anda melakukan event yg sama di masa yad! Inilah Inti Sukses dan Bahagia.

Seorang anak yg merasa senang ketika datang pertama kali ke sekolah. Maka rasa senang akan muncul kembali ketika setiap ia akan ke sekolah.

Sebaliknya jika seorang anak merasa kesal, marah, sebal ketika pertama kali ke sekolah. Maka rasa itu akan muncul kembali setiap ia akan ke sekolah di masa yad.

Maka sertai setiap event Anda dg rasa syukur, ikhlas dan bahagia, maka rasa inipun akan muncul dalam setiap events Anda. Dibuktikan dengan hadirnya senyum, keramahan dan kedermawanan.

Jalan Hidup Sederhana Para Miliarder

Lebih mudah mencari uang daripada membelanjakannya. Anda percaya katakata itu? Namun, itulah jargon Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia yang menghimpun pundi-pundi harta sampai 47 miliar dolar AS. Kalimat ini tentu mudah diucapkan para miliarder yang kelebihan duit. Namun, Buffet benar-benar serius dengan ucapannya itu.

Pada 2006 dia menghibahkan 83 persen kekayaannya senilai 37 miliar dolar AS yang sebagian besar dalam bentuk saham ke Yayasan Bill Gates, pemilik Microsoft yang menjadi orang terkaya nomor dua dunia. Dua persen lagi kekayaannya juga dihibahkan ke berbagai yayasan dan proyek amal.

Setahun sebelumnya, Buffet dan Gates bertemu secara pribadi. Pertemuan hanya dijadwalkan berlangsung setengah jam. Ketika keduanya bersua, pertemuan molor sampai 10 jam. Gates menjadi pe ngagum berat Buffet.

Hingga kini, Buffet masih tinggal di rumah yang dibelinya 50 tahun lalu seharga 31.500 dolar AS di Omaha, Nebraska. Rumah yang cukup besar, tapi sederhana, masih seperti ketika pertama kali dibeli. Bentuk rumah berdinding kayu tanpa pagar itu bahkan lebih mirip gudang pertanian ( barn) model gambrel.

Setiap hari Buffet membawa sendiri mobilnya Cadillac DTS tanpa sopir pribadi, bahkan pengawal. Walau perusahaan investasi miliknya, Berkshire Hathaway, mengendalikan 63 perusahaan, sang bos besar tak pernah membawa telepon genggam. Buffet juga jarang bergaul dengan kalangan jetset. Selesai dari kantor dia langsung pulang ke rumah, membuat popcorn dan nonton televisi, atau memainkan ukulele.

Satu-satunya kemewahan yang tampak hanyalah pesawat jet pribadi Gulstream IV milik Berkshire Hathaway, yang sebelumnya enggan dia beli karena dianggap pemborosan. Kebetulan Berckshire ju ga menguasai perusahaan penye waan jet pribadi, Netjets, dan Exe cutive Jet Aviation. Ketika ditanya mengapa tak membeli yacht, dia bilang, Kebanyakan dari mainan itu hanya bikin pening kepala.

Menyumbang diam-diam Gaya hidup miliarder yang seperti orang kebanyakan tak hanya dilakoni Buffet. Carlos Slim, raja telekomunikasi Meksiko de ngan kekayaan 53 miliar dolar AS dan baru saja menjadi orang terkaya dunia mengalahkan Bill Gates, juga masih tinggal di rumah yang sama selama 40 tahun. Slim pun tak punya pesawat jet pribadi atau kapal pesiar yacht.

Ingvar Kamprad, pendiri perusahaan furnitur Ikea dari Swedia, terkenal dengan kutipannya, Orang-orang Ikea tidak suka bermobil mewah atau menginap di hotel mahal. Prinsip itu berlaku juga baginya. Kamprad suka terbang dengan pesawat kelas ekonomi. Bila bepergian, ia sering menggunakan angkutan umum atau mengendarai mobil tuanya, Volvo 240 GL.

Frederik Meijer juga mirip Kamprad. Pemilik jaringan hipermarket Meijer di kawasan Midwest, Amerika Serikat (AS), ini mempunyai kekayaan 5 miliar dolar AS. Namun, Meijer me ngendarai mobil biasa sampai mo bil itu benar-benar mogok. Selain hanya memakai penerbangan kelas ekonomi, di luar kota Meijer memilih menginap di motel.

Tapi, yang paling unik dari semuanya adalah Chuck Feeney, pendiri Duty Free Shoppers Group Ltd (DFS). Dia punya moto, Saya dibentuk untuk bekerja keras, bu kan untuk menjadi kaya. Feeney kebetulan lahir dari keluarga miskin. Kini, dia sudah kaya raya, tapi tetap bekerja keras dan juga beramal besar. Feeney mendona sikan 600 juta dolar AS ke almamaternya Cornell University, ke berbagai sekolah, pusat riset, dan rumah sakit.

Sekitar 3,5 miliar dolar AS hasil penjualan sahamnya di DFS tahun 1984 masuk sebagai dana milik yayasan amalnya. Semua itu disumbangkan oleh pria keturunan Irlandia itu secara rahasia. Yayasan amalnya sengaja didirikan di Bermuda untuk menghindari kewajiban keterbukaan informasi dari kantor pajak AS.

Sampai akhirnya awal 1998, muncul sengketa dengan Robert Miller, sesama pendiri DFS, dalam penjualan saham DFS oleh yayasan amalnya. Terbongkarlah amal-amal sumbangan Feeney ke publik dan memaksanya turun gunung. Urusan uang memang menarik bagi banyak pihak. Tapi, tak ada yang bisa memakai dua pasang sepatu secara bersamaan,ucap Feeney kepada harian New York Times.

Ucapan itu menjelaskan kenapa sampai tahun 1998 hartanya tinggal 5 juta dolar AS. Feeney bahkan tak punya rumah ataupun mobil, dan lebih sering menggunakan angkutan umum. Anakanak Feeney pun dibesarkan sebagai anak orang biasa yang menghabiskan liburan musim panasnya dengan bekerja. Arloji yang dipakainya pun hanya seharga 15 dolar AS. Bahkan, orang terdekatnya mengatakan,Kalau dijual pun hanya laku 5 dolar AS. ap/times/business week

Contoh lainnya orang yang menjalankan 'pola hidup sederhana' adalah Azim Hasham Premji. Pendiri Wipro (Perusahaan consultan dan outsorcing) yang beberapa tahun menempati tahta sebagai orang terkaya di India (Konon pernah kekayaannya melebihi Bill Gates) ini terkenal menerapkan pola hidup sangat 'frugal' (antara sederhana dan irit).

Kemana-mana mengemudikan sendiri mobil Corollanya, naik pesawat selalu kelas ekonomi, bila sedang mengunjungi kantor cabang selalu tidur di mess perusahaan dan bukannya hotel bintang lima.

Di kalangan bisnis dan Wipro juga dikenal berusaha secara 'bersih', menolak memberikan suap pada pejabat-pejabat di India. No mean feat, untuk seorang pengusaha di negara yang rating suapnya tidak terlalu jauh beda dengan Indonesia. Yang jelas beliau terlahir di keluarga Muslim di Gujarat.

Pesan dan Kesan Peserta Spiritual Healing

Alhamdulillah Spiritual Healing terlaksana dengan sangat memuaskan. Jumlah peserta 37 orang. Berikut komentar-komentar peserta. Komentar-komentar singkat tidak disertakan :

Aditya, Pasar Rebo Jakarta Para nara-sumbernya berkompeten dan ahli di bidangnya. Alhamdulillah ini seperti kuliah singkat padat tapi suatu yang luar biasa… ternyata Subhanallah ilmu2x kesehatan Islam itu sangat sempurna. Sangat banyak yang baru saya sadari dan menyesal baru mengetahui ini sekarang.

Zulfa, Bekasi Selama saya mengikuti Spiritual Healing ini hati saya sangat tersentuh. Untuk materinya sangat bagus, terutama di saat Pak Agung memberikan bagaimana caya khusyu’, selama ini saya sholat jarang / tidak pernah khusyu’. Alhamdulillah, saya jadi tau apa saja yang dihalalkan dan diharamkan ternyata yang slama ini saya pakai masih ada yang berbau syubhat. Saya jadi tahu cara mendeteksi penyakit lewat telapak tangan.

Eviaty, Cijantung Spiritual Healing insya Allah dapat mengubah mind-set (pola pikir) kita dari yang lebih banyak negative thinking menuju ke arah positive thinking, memotivasi selalu dapat bersyukur atas rahmat Allah yang kita anggap sedikit padahal begitu luas seperti samudera. Tiada yang lebih indah daripada merasakan kecintaan dan kedekatan kita kepada Allah melalui shalat-shalat yang khusyu’ dan itu perlu perjuangan dari diri kita, bermula dari makanan dan minuman yang jelas halalnya. Trainernya penuh semangat dan enerjik. Training ini bs menjadi solusi umat.

Panggih W, Jakarta

Alhamdulillah, mengikuti Spiritual Healing ini semakin merasakan kejayaan Islam. Dan kejayaan itu telah nyata dan sedang berjalan yakni dengan tegaknya Farmasi Islam.

Nurmadiah, Jakarta Setelah saya ikut Spiritual Healing ini saya baru sadar kalau saya bukan orang lemah, saya bukan orang miskin, saya ini kuat, sehat dan kaya. Kemudian mata hati saya terbuka, saya lihat tangan saya ada mengalir darah dari barang syubhat yang saya tidak kuasa menolaknya. Ilmu saya bertambah, keyakinan saya bertambah, teman2 saya juga bertambah, dan kalo saya sukses insya Allah semua yang saya inginkan juga bertambah. Dan yang terpenting saya bisa selalu ber-husnuzhan kepada Allah.

Zainal Abidin, Jakarta Presentasi sangat bagus dan saya sangat senang sekali bisa ikut Spiritual Healing. Dengan adanya Spiritual Healing saya merasa hidup kembali jiwa dan raga saya. Saya merasa bangkit dari tidur panjang dan tidak terasa sampai sebelum ikut Spiritual Healing ini? Sekarang saya bisa lebih tau mana produk halal dan haram. Saya bisa lebih tahu mengenai obat2 herbalis …

Suriyono, Jember Jatim

Luarrrrr Biaasa, Dahsyat, Allohu Akbar... Subhanalloh, terasa seperti bangun dari tidur panjang, setelah mengikuti tahapan demi tahapan Spiritual Healing, saya merasakan lebih fresh, hati menjadi lapang, semua terasa menjadi mudah, optimis, optimis, optimis. Saya akan menjadi pribadi yang sukses, bermanfaatm baik untuk pribadi maupun orang lain. Allohu Akbar.

Elis Latifah, Jakarta

Kesan saya ikut Spiritual Healing, asyik, enjoy, fun dan kekeluargaan. Walaupun jadwal padat, kondisi fisik agak lelah tapi tetap semangat dan ceria. Alhamdulillah pengetahuan saya tentang herbalogy, Pembetulan Tulang Belakang (PTB), Thibbun Nabawy, Spiritual Entrepreneurship dll menjadi bertambah. Intinya saya dapat banyak ilmu-ilmu baru yg subhanallah luar biasa. Makacih ya Spiritual Healing.

Faishal, Jakarta

Subhanallah, ALhamdulillah, Laailaaha illallah, Allahu Akbar! Materi-materinya OK banget! Materi Pa' Agung membuka "mindset" saya sehingga saya Alhamdulillah bertekad untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik dari kemarin dan menjadi hamba yg selalu bersyukur atas segala nikmat Allah Azza Wa Jalla. Allahu Akbar.

Iwan Rifai, Jakarta Pertama saya datang, saya kira hanya memperdalam apa yang sudah saya peroleh di THS dan ternyata banyak sekali nilai2 lebihnya. Ketika saya masuk ke ruang, yang saya kira biasa2 saja, ternyata luar biasa adanya sambutan dari nasyid. Presenter-presenternya sangat berbeda dengan training lain yang pernah saya ikuti. Di Spiritual Healing ini bukan hanya dapat ilmu kesehatan tapi yang terpenting adalah ilmu tentang Keislaman dan kesejukan iman/hati. Sebenarnya banyak yg ingin saya ceritakan tapi berhubung sdh hrs dikumpulkan panitia, jadi sudah dulu yach!!

Yanusani Alugoro, Ceger, Cipayung, Jaktim

Alhamdulillah sungguh luar biasa. Ilmu pengetahuan yg Allah SWT tunjukkan yg saya dapat menerimanya dari acara Spiritual Healing ini. Semoga ilmu yg saya dapat ini bisa saya terapkan pada keluarga dan masyarakat. Saya tak dapat melukiskan. Pokoknya dahsyat...!!! Membuka hati...!! Membuka Pikiran...!! dan membuat hidup lebih hidup..! Dan lebih mengetahui esensi kita hidup di dunia ini.

Triyono, Jakarta

Spiritual Healing Luar Biasa, acaranya dahsyat. Terbuka pikiran dan hati semuanya tercerahkan. Ekonomi Islam Jaya. Maju terus Thibbun Nabawy.

Sunarko, Jakarta

Sungguh-sungguh luar biasa Spiritual Healing ini. Apa yang saya dapat jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan sebelumnya. Ilmu yang didapat sangat banyak terutama halal-haram dan Spiritual Entrepreneurship, tak ditemui dimanapun! Insya Allah, saya akan berjuang di jalan ini.

Wagiman, Menteng, Bogor Barat

Pelatihan ini sangat luar biasa. Membuat wawasan saya semakin bertambah luas dan religius. Walau usia saya sudah tua tapi terasa baru lahir kembali.

Trianto Sugeng

Pemateri bagus-bagus, terutama ketika ustadz Agung Yulianto memberikan materi Spiritual Entrepreneurship. Mata hati kita menjadi terbuka. Bagaimana kita sukses dalam menjalani kehidupan. Subhanallah....

Nurul Fahmi, Jakarta Materinya ust. Agung, Quantum Spiritual isinya padat, mantap, Subhanallah. Karena yang ditanamlan adalah pondasi dari semua aspek kehidupan. Pembicaranya oke-oke dan profesional apalagi ust. Haerudin semangat banget.

Warisun, Jakarta Selama 2 hari mengikuti Spiritual Healing sangat puas sekali mulai yang pertama Materi pelajaran dari guru2 pengajar langsung membuka wawasan serta berjuang semata2 untuk Alloh dan benar2 saya diberi petunjuk kebenaran yang nyata, semoga Alloh selalu melimpahkan keberkahan kepada kita semua dan untuk para leader, terima kasih atas bimbingannya, Amien. Allohu Akbar!

Suhery Abdullah, jakarta Pak Agung materinya bagus sekali, baik dan benar.

Doni Astoto, mantan Anggota Dewan Tangerang Banten Materi yang disampaikan sangat baik karena bagi saya ini hal yang baru. Disamping keilmuan saya dalam bidang kesehatan dan herbal juga peningkatan keimanan dan semangat berjuang. Saya ingin kegiatan ini berkelanjutan krn bagi saya training ini belumlah cukup.

Nur Ali, Jakarta Spiritual Healing ini lebih menggugah semangat spiritual saya. Semoga ilmu batin ini dapat melekat kuat dalam qolbu saya agar saya makin kuat menjalani dinamika hidup saya.

Mundari, jakarta Luarrrr Biasa Dahsyatttt!!!! Nich acara, seumur hidup saya sering mengikuti acara pelatihan bisnis, baru kali ini yang dikemas dengan begitu baik dalam bingkai Islami, dan kualitasnya justru lebih baik dari pelatihan2 yg sebelum yg pernah saya ikuti.

Apriansyah, jakarta Pertama kali saya ikut Spiritual Healing hanya ingin mengetahui tentang Thibbun Nabawy tetapi saya mendapatkan lebih lagi terutama sikap bersyukur dan spiritual saya meningkat.

Kusmo, Bekasi Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan mengenai keilmuan Islam dan kesehatan. Manfaat yg saya ambil dalam waktu singkat ini saya lebih berpikir positif. Menyadarkan saya bahwa ilmu saya masih sangat minim shg saya hrs lebih banyak belajar dari para leader.

Nur Jannah, Bekasi Subahannoh, baik sekali untuk kehidupan dunia dan akherat, keluarga, lingkungan dan masyarakat. Harus tetap berjalan sampai titis darah penghabisan (jihad).

Hikayat, Ciamis Subhanalloh, walhamdulillah, Allohu Akbar.. Luar biasa sekali. Semoga ada pelatihan lanjutannya. Dan saya minta pelatihan seperti ini diadakan di Ciamis, banjar dan Tasik.

Winar Listiyani, Cijantung Alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Allah tuk bisa mengikuti Spiritual Healing ini. Sebab… sangat rugi kalau tidak bisa ikut, karena selama pelatihan benar-benar menyadarkan saya akan berbagai kesalahan saya selama ini dan memotivasi saya tuk “harus lebih baik” dan pantang menyerah. Presenternya oke-oke.

Agus Nizami, Jakarta Presentasi sangat bagus dan menarik

Menyerahkan Pengaturan pada Allah

Maqam tertinggi dari seorang Salik (Penempuh Jalan Ruhani) adalah ketika secara bulat menyerahkan seluruh urusan hidupnya pada Allah. Siapapun yg menyerahkan pengaturan dirinya kepada Allah, maka Allah SWT akan memberikan pengaturan terbaik untuknya (al-Tanwir fi isqath al-Tadbir karangan Ibn AthaiLlah).

Bentuk berserah diri kepada Allah persis seperti awal shalat. Takbir berarti mengakui bahwa hanya Allah yang Maha Besar. Laa Quwwata illa biLlahi. Do'a iftitah mengajarkan untuk menyerahkan seluruh diri kita, fisik, perasaan dan pikiran, kepada Pencipta langit dan bumi, dan agar kita termasuk dalam orang yang lurus dan berserah diri (haniifan musliman) dan bukan termasuk orang yang musyrik. Selanjutnya menandaskan bahwa seluruh shalat, ibadah, hidup dan mati hanya untuk Allah Rabb semesta alam, dan kita tidak pantas mensekutukan dengan sesuatupun, dan demikianlah kita diperintahkan dan semoga kita termasuk orang yang berserah diri.

Sadari sikap ini dengan sepenuh pikiran dan perasaan, siap diatur oleh Allah SWT. Hanya Allah tempat bergantung sedangkan diri kita tidak ada apa-apanya. Ketika kita menggantungkan hanya kepada Allah (1) dan kita menisbikan diri (0) maka kita jumpai 1 dibagi 0 adalah tidak berhingga.

Seorang ustad ditanya oleh jama'ah pengajian ibu-ibu, "apa hukumnya melahirkan dibantu dokter pria sedangkan ada dokter wanita?". Sang ustad mengatakan, "Bayi gajah jauh lebih besar dari bayi manusia, dan lubang keluar bayi gajah tidak lebih besar dari lubang keluar bayi manusia, tetapi tidak ada bayi gajah dilahirkan Cesar. Sedangkan manusia sekarang lebih 50% melahirkan bayinya dengan cesar".

Ketika manusia bergantung dan mengandalkan kepada selain Allah, maka Allah akan menyerahkan urusan dan hasilnya pada apa yang ia gantungi. Selanjutnya hidupnya hanya akan mengikuti kaedah sebab-akibat belaka, yang lemah tidak memiliki kekuatan apa-apa.

Sebaliknya, dengan mengandalkan pertolongan Allah berarti kita mengandalkan kekuatan yang tak berhingga sebagaimana nabi Musa menyeberangi laut Merah, nabi Ibrahim tidak terbakar api, umat Islam mampu memimpin peradaban dunia selama 700 tahun, dan Rasulullah SAW dari seorang diri hingga kini lebih dari 1,5 miliar manusia beriman kepada Allah SWT.

Bagaimana prakteknya? Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti menempuh jalan Allah. Jalan lurus, jalan yang Allah berikan ni'mat, jalan para nabi, shiddiqiin, jalan para syuhada dan orang-oang shalih. Siapa yang menempuh jalan ini akan mendapatkan kebahagiaan dan keni'matan haqiqi, menjumpai surga dunia sebelum pada akhirnya memasuki surga akhirat yang abadi.

Menyerahkan pengaturan kepada Allah berarti tidak akan mengambil jalan yang tidak diridhoi Allah, memaksakan segala cara untuk memuaskan nafsunya semata.

Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti melakukan ikhtiar secara maksimal. Ia menyadari bahwa, setelah menyerahkan pilihan hidup dan pengaturan urusannya kepada Allah, kewajibannya hanyalah menjalankannya dengan sepenuh tenaga, segenap fikiran dan kesungguhan. Barulah ia boleh tawakal dengan ikhlash dan penuh ridho, mengembalikan hasilnya kepada Allah. Dan selanjutnya kembali siap mendapatkan arahan untuk pengaturan selanjutnya.

Menyerahkan pengaturan kepada Allah bukanlah menjadi berkinerja rendah. Sebagaimana, salah satu definisi zuhud, sebagai salah satu sifat utama seorang salik, adalah "hariitsun 'ala maa yanfa'uh" atau getol bersungguh-sungguh pada hal yang bermanfa'at. Hal ini menjelaskan bahwa, orang yang bekerja dengan motivasi keimanan seharusnya melahirkan kinerja yang jauh melampaui orang yang bekerja dengan motivasi keduniaan.

Serahkan pengaturan pada Allah dan bersiaplah memasuki Dimensi Quantum (Dimensi Keimanan) yang luar biasa. Bersiaplah menyaksikan kuasa Allah wujud dalam keseharian kita. Bersiaplah menempuh jalan spiritual yang berisi keni'matan haqiqi.

Khusyu' = Ucapan/Gerakan + Pikiran + Perasaan = Quantum

Saya ingin mendefinisikan khusyu’ dari prespektif yang lain. Khusyu’ adalah sinkronnya ucapan/gerakan dengan pikiran dan perasaan. Ketika ketiganya bersatu, dan terfokus padahal yang sama, maka itulah puncak kekhusyu’an. Dan pada saat ini, do’a atau ibadah kita memasuki “dimensi quantum” (Dimensi Keimanan), yang akan diistijabah oleh Allah SWT. Ujiibu da’watad daa’i idzaa da’aan. “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”.

Orang yang sama sekali tidak khusyu’, ucapan dan gerakannya (fisik) tidak diikuti oleh pikiran dan perasaannya. Bibir lidahnya berdo’a dan tubuhnya ruku’ namun pikirannya entah kemana, perasaannya tidak sinkron dengan ucapannya.

Dalam tingkatan yang lebih tinggi, ucapan dan gerakannya sudah disertai dengan memahami artinya (pikiran) namun belum diikuti perasaannya. Orang yang memahami bahasa Arab, ia akan memahami apa yang ia ucapkan, namun belum tentu merasakan apa yang ia baca. Ia paham makna ayat tentang adzab neraka, namun belum tentu muncul perasaan takut dalam hatinya.

Ada juga orang yang lisan dan gerakannya sudah diikuti oleh perasaannya walaupun tidak memahami artinya. Misalnya, orang Indonesia, yang tidak bisa bahasa Arab, namun ia bisa ikut menangis ketika shalat di Masjidil Haram di tengah lautan manusia yang menangis, walaupun mungkin ia tidak memahami arti bacaan yang dilantunkan oleh imam.

Tingkatan khusyu’ tertinggi adalah ketika ucapan/gerakannya diikuti oleh pikiran dan disertai oleh perasaannya. Ketika ketiga hal ini sinkron, sungguh akan dahsyat dan memberikan kekuatan spiritual yang berlipat. Ia mampu memasuki dimensi quantum (keimanan) yang tidak terbatas.

Lantas, Bagaimana menghadirkan kekhusyu’an dalam shalat? Untuk bisa menyatukan ucapan/perbuatan dengan pikiran dan perasaan, Anda membutuhkan latihan dan pembiasaan yang berkelanjutan. Anda harus berusaha pantang menyerah untuk memperoleh kenikmatan luar biasa ini. Wa innaha lakabiirotun illa ‘alal khosy’iin. Dan sesungguhnya hal itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.

Hal ini diawali dengan mempu mengucapkan bacaan-bacaan shalat dan melakukan gerakan-gerakan shalat dengan benar. Untuk itu, Anda harus memahami fiqih shalat dengan baik.

Selanjutnya, untuk menyelaraskan ucapan/gerakan dengan pikiran, maka Anda harus memahami arti bacaan-bacaan shalat yang dibaca. Tidak sulit melakukannya, karena bacaan shalat tidak terlalu banyak dan diulang-ulang. Sungguh sangat na’if, sudah bertahun-tahun shalat namun tidak memahami apa arti bacaan shalat yang ia baca. Jika Anda belum memahami arti dalam seluruh bacaan-bacaan shalat, STOP! Sekarang ambil Buku Panduan Shalat dan pahami serta hapalkan dulu artinya.

Yang lebih sulit adalah dalam menyelaraskan gerakan, fikiran dengan PERASAAN. Perasaan dapat dirasakan di dada. Rasa yang muncul harus sesuai dengan apa yang dibaca maupun gerakan shalat yang tengah dilakukan. Jika sudah bisa, tinggal memperkuat intensitasnya.

Pahamilah hakikat posisi-posisi shalat, dan sesuaikan perasaan dengan hakikat posisi-posisi shalat tersebut :

NIYAT. Kalau boleh saya menambahkan kalimat niyat, akan saya tambahkan “Saya berniyat shalat …… dengan khusyu’”, karena demikian pentingnya KHUSYU' dalam shalat. Niyatkan dan azamkan bahwa kita akan shalat dengan khusyu’. Kemudian, jaga dalam setiap rakaat agar selalu khusyu’ dan waspadalah terhadap bisikan syaithon terkutuk yang selalu ingin memalingkan kita dari khusyu’. Niyatkan bahwa kita mencadangkan, misalnya 30 menit kedepan, untuk menghadap Allah, dan tidak mau diganggu dengan urusan-urusan keduniaan apapun.

TAKBIRATUL IHRAM Mengucapkan Allahu Akbar berarti mengagungkan Allah, hanya Allah yang besar dan yang lainnya kecil. Kecilkanlah semua urusan dunia yang kerap mengganggu shalat. Biarkan pikiran dan perasaan kita dipenuhi oleh ingat kepada Allah, dan jangan biarkan ada hal yang lain.

Berikut ini adalah perasaan yang harus muncul dan dikondisikan pada setiap gerakan-gerakan shalat. Lebih baik jika perasaan kita sudah mulai disiapkan dan dikondisikan sebelum gerakan dimulai. Sehingga ketika melakukan gerakan shalat, sudah diikuti dengan segenap perasaan. Misalnya, nikmatilah dengan perlahan saat-saat penuh nikmat ketika kita menjatuhkan tubuh saat akan sujud. Lakukanlah semua dengan thu’maninah.

BERDIRI (Reorientasi, siap menerima arahan)

Posisi berdiri adalah posisi menghadap Allah SWT, posisi siap mendapatkan arahan, pengajaran dari Al-Quran. Seperti seorang prajurit yang siap mendapatkan perintah dan arahan dari komandannya. Sebelumnya kita lebih dahulu diluruskan orientasi hidup kita dengan do’a iftitah “Innas-shallatii wanusuki wa mahyaaya wa mamaati liLlahi Rabbil-’alamin" (Sesungguhnya sholatku ibadahku hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam) dan Surah Al-Fatihah "IyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’ien" (hanya kepada-Mu aku mengabdi dan hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan).

TAKBIR

Setiap gerakan diselingi dengan takbir. Takbir menjaga kita agar tetap khusyu’ dan membuang hal-hal yang mendominasi pikiran dan perasaan kita sewaktu shalat. Takbir menyadarkan bahwa semua pikiran yang hadir mengganggu adalah hal dunia yang “remeh temeh” yang tidak ada artinya, dan harus kita buang dan usir dan biarkan hanya Allah yang mendominasi pikiran dan perasaan kita, Allahu Akbar…

RUKU’ (Tunduk, ta’at, merendahkan diri)

Posisi ruku’ adalah posisi tunduk, siap ta’at, merendahkan diri, siap diatur. Setelah menerima pengarahan sebelumnya, maka dalam posisi ruku’ ini rasakan ketundukan dan keta’atan kita. Kita sebagai manusia yang jahil dan faqir tidak ada apa-apanya dihadapan Allah. Buanglah semua kesombongan diri, kesombongan pikiran dan kesombongan intelektual. Subhana Rabbiyal-’Azhiem…. (Maha Suci Allah yang Maha Agung).

I’TIDAL (memuji)

I’tidal atau bangkit dari ruku’. Setelah menyerahkan ketundukan dan kepatuhan, serta membuang semua kesombongan, dan menyerahkan semua pujian hanya Allah yang berhak menerimanya, Rabbanaa wa Lakal-hamd… (Ya Tuhan kami hanya untuk-Mu lah segala pujian).

SUJUD (menghamba, penyerahan diri)

Posisi sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Sang Khaliq. Inilah posisi puncak penghambaan, posisi penyerahan diri. Ketahuilah, kedudukan paling mulia di dunia ini adalah menjadi hamba Sang Pencipta. Kepala kita letakkan di posisi paling rendah bahkan lebih rendah dari bokong kita. Rasulullah menasehati shahabat yang ingin masuk surga dengan: “Perbanyaklah sujud”. Posisi ini menisbikan diri dihadapan Pencipta. Posisi sujud merupakan posisi berserah diri, menyerahkan pengaturan kepada Allah, karena kita yakin jika kita menyerahkan pengaturan kepada Allah maka Allah SWT akan memberikan pengaturan terbaik kepada kita.Subhana Rabbiyal-A’laa (Maha Suci Allah yang Maha Tinggi). Ya ALlah, jadikan aku sbg pion-Mu, sbg anak panah-Mu, sbg prajurit-Mu, sbg hamba-Mu

DUDUK (bersimpuh mengadukan masalah)

Ini adalah posisi seorang hamba duduk bersimpuh dihadapan Raja-nya. Mengadukan semua masalah dan kesulitan hidup. Adukan seluruh masalah Anda dengan sepenuh perasaan, sepenuh jiwa, hingga air mata mengalir tidak terbendung. Anda bisa ulangi berkali-kali aduan Anda. Bisa jadi, saat tertentu kita lebih fokus padawarzuqnii (karuniakanlah aku rizqi) dan bisa jadi pada saat yang lain kita lebih fokus pada wa’aafinii(sehatkanlah aku). Rasakan sensasinya. Inilah ekstasi jiwa yang sungguh merupakan puncak kenikmatan.

ATTAHIYAT

Inilah saat mengakui bahwa seluruh kehormatan, keberkatan adalah milik Allah. Dan Allah memberikan keselamatan, rahmat dan keberkahan kepada Nabi mulia SAW, namun Nabi kita ini mengingingkan keselamatan, rahmat dan keberkahan ini diberikan kepada kita ummatnya. Rasakan cinta dan kasih sang Nabi kepada kita.

Perbaharui syahadat kita ketika mengucap Dua Kalimat Syahadat, bahwa hanya ada Allah satu-satunya Tuhan yang mendominasi pikiran, perasaan dan hidup kita. Munculkan rasa cinta dan rindu kepada Rasulullah SAW ketika membca shalawat kepadanya. Perkuat rasa cinta itu, karena engkau akan dikumpulkan dengan orang-orang yang engkau cintai.

SALAM

Ucapkan salam dengan senyum penuh cinta kepada orang-orang di sekeliling, dan kepada para malaikat di sekeliling kita, insya Allah para malaikat pun menjawab salam kita.

EVALUASI

Evaluasilah shalat kita setiap habis melaksanakan shalat. Beri nilai, berapa % (range 0 – 100) kita bisa khusyu’. Bersyukurlah kepada Allah jika nilai khusyu’ kita bagus dan beristighfarlah kalau masih kurang bagus. Dan tekadkan untuk senantiasa lebih khusyu’ lagi pada shalat yang akan datang. Wallahu a’lam.

Berserah Diri pada Rancangan Allah (Ibn 'Athaillah)

Sesungguhnya kau tidak mengetahui akhir dan akibat dari setiap urusan. Mungkin kau bisa mengatur dan merancang sebuah urusan yang baik menurutmu. Tetapi ternyata urusan itu berakibat buruk bagimu. Mungkin saja ada keuntungan di balik kesulitan dan sebaliknya, banyak kesulitan di balik keuntungan. Bisa bahaya datang dari kemudahan dan kemudahan datang dari bahaya.

Mungkin saja anugerah tersimpan dalam ujian dan cobaan tersembunyi di balik anugerah. Dan bisa jadi kau mendapatkan manfaat lewat tangan musuh dan binasa lewat orang yang kau cintai. Orang yang berakal tidak akan ikut mengatur bersama Allah karena ia tidak mengetahui mana yang berguna dan mana yang berhahaya bagi dirinya.

Syekh Abu al-Hasan rahimahullah berkata, "Ya Allah, aku tidak berdaya menolak bahaya dari diri kami meskipun datang dari arah yang kami ketahui dan dengan cara yang kami ketahui. Lalu, bagaimana kami mampu menolak bahaya yang datang dari arah dan cara yang tidak kami ketahui?!"

Cukuplah untukmu firman Allah, "Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik untuk kalian. Bisa jadi kalian mencintai sesuatu padahal ia buruk untuk kalian. Allah mengetahui, sementara kalian tidak mengetahui.

Sering kali kau menginginkan sesuatu, namun Dia memalingkannya darimu. Akibatnya, kau merasa sedih dan terus menginginkannya. Namun, ketika akhir dan akibat dari apa yang kauhasratkan itu tersingkap, barulah kau menyadari bahwa Allah SWT melihatmu dengan pandangan yang baik dari arah yang tidak kauketahui dan memilihkan untukmu dari arah yang tidak kauketahui. Sungguh buruk seorang hamba yang tidak paham dan tidak pasrah kepada-Nya.

Diceritakan bahwa ada seorang arif, yang ketika ditimpa musibah, berkata, "Tak apa-apa, itu baik." Pada suatu malam, seekor srigala datang dan memakan ayamnya. Ketika diberitahu, la menjawab, "Tidak apa-apa." Di malam berikutnya anjingnya mati. Saat diberi tahu ia menjawab, "Semuanya baik-baik saja." Lalu esok harinya keledainya juga mati. la tetap berkata, "Tak apa." Keluarganya tidak menyukai jawaban itu.

Namun, pada malam berikutnya, sekelompok orang menyerang desa itu dan membunuh semua penduduknya. Tidak ada yang selamat kecuali si arif dan keluarganya. Ternyata, gerombolan itu mendatangi penduduk mengikuti suara ayam, gonggongan anjing, dan bunyi keledai. Sementara, si arif itu tak lagi memilikinya. Kematian hewan-hewan itu menjadi sebab keselamatannya. Mahasuci Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Bijaksana.

Seorang hamba menyadari baiknya pengaturan Allah setelah suatu peristiwa berlalu. Itulah sifat manusia kebanyakan. Berbeda dengan kalangan khusus yang memahami Allah dan mengetahui baiknya pengaturan Allah sebelum peristiwa itu berlalu. Kalangan khusus ini pun terbagi ke dalam beberapa tingkatan:

Ada orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt sehingga mereka berserah diri kepada-Nya karena Dia telah banyak memberikan anugerah dan karunia.

Ada yang berbaik sangka kepada Allah Swt karena mengetahui bahwa merisaukan nasib dan ikut mengatur tidak akan mampu menolak ketentuan yang telah ditetapkan atas dirinya dan tidak akan mendatangkan apa yang bukan bagiannya.

Ada pula orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt karena memahami hadis qudsi, "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku."

la terus berbaik sangka kepada Allah Swt seraya bekerja dan berusaha dengan harapan Allah akan memperlakukannya sesuai dengan prasangkanya yang baik. Dan, Allah berbuat kepadanya sesuai dengan prasangkanya. Allah telah memudahkan karunia bagi orang beriman sesuai dengan prasangka mereka. Dia berfirman, "Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan."

Tingkatan paling tinggi adalah orang yang menyerah dan pasrah kepada Allah Swt karena menyadari bahwa sikap itulah yang layak ia jalani, bukan karena mengharapkan kebaikan bagi dirinya. (Dikutip dari al-Tanwir fi isqath al-tadbir, karya Ibn ‘Athaillah al-Sakandari).